heartbreak absorber
Sabtu, 12 Desember 2009
To Whom It May Concern:
Behave Positive, bro!!!!!
Mungkin teman-teman sering bermetakognisi, bertanya pada diri sendiri, khususnya yang belum punya pasangan, “kok gw ga dapet2 pasangan yah? Kok, cewe itu ga mao sama gw yah? Kok, gw selalu ditolak yah?. Kok, giliran gw suka sama seseorang pasti dia udah ada yang punya?” dan banyak ”kok-kok” lain yang selalu kontraproduktif dengan apa yang ada pada diri Anda. Jika kita menelisik tentang teori kepuasan konsumen, maka Anda termasuk kategori tidak puas (unsatisfied), karena apa yang Anda harapkan tidak sesuai dengan kenyataan.
Anda merasa bahwa Anda cukup layak untuk mendapatkan perempuan yang Anda bidik. Posisi Anda cukup strategis baik di lingkungan sosial maupun di lingkungan individual Anda. Bakat, keahlian dan intelektual Anda sudah cukup untuk menaklukan perempuan yang anda sukai. Minimal bakat pernah ditolak, keahlian pernah diputusin, atau intelektualitas tentang bagaimana melakukan pendekatan dengan perempuan sudah ada dalam diri Anda. Tetapi, mengapa classical conditioning menjadi tidak berarti untuk hati Anda. Sekalipun Anda telah terbiasa disakiti, diputusin, atau diapakan, namun Anda tetap saja merasa sakit.
Ada beberapa tips untuk meredam rasa sakit yang sudah biasa terjadi tersebut. Kami menyebutnya heartbreak absorber. Ini bukan merupakan teori, akan tetapi ini saran dari kami untuk Anda. Namun jika waktu dan biaya mengizinkan maka saran ini perlu diteliti validitasnya Ada dua fungsi dari heartbreak absorver, pertama fungsi preventif (pencegahan) dan kedua fungsi kuratif (penyembuhan).
Pertama, dalam melakukan pendekatan, usahakan Anda tidak terburu-buru dalam menafsirkan body language yang muncul dari lawan pedekate Anda. Artinya, tidak boleh terburu menafsirkan bahwa dia suka Anda atau dia tidak suka Anda. Anda harus cerdik menggali informasi dari informan subyektif tentang posisi lawan pedekate Anda agar dapat meposisikan diri Anda di tempat yang layak. Apabila lawan pedekate Anda sudah ada yang punya, misalnya, maka posisi yang paling bagus untuk Anda adalah dua kata fight atau flight. Maju atau mundur. Jika hati kecil Anda memprediksi bahwa lawan pedekate Anda lebih suka dengan pasangannya, maka mundur menjadi jalan terbaik. Namun, apabila ada sinyalemen bahwa pasangannya saja yang kekeuh dan lawan pedekate Anda tidak, maka maju tak gentar demi calon pacar.
Kedua, ketika Anda disakiti, baik diselingkuhi atau diputusin. Cara yang tepat adalah dengan mengingat seluruh kebaikan pasangan Anda. Tetapi ingat juga keburukan yang dia telah lakukan pada Anda. Lakukan hisab, mana yang lebih berat timbangannya. Amal kebaikannya pada Anda atau amal keburukannya pada Anda. Jika yang berat adalah amal baiknya maka melupakan kesalahan menjadi jalan terbaik. Akan tetapi, jika keburukannya lebih berat daripada kebaikannya, maka memaafkan menjadi jalan terbaik bagi Anda. Bina hubungan baik dengan mantan-mantan Anda, karena biar bagaimanapun dia pernah menjadi bagian dari hidup Anda. Anda pernah menyandarkan wajah Anda di punggungnya ketika Anda menangis, Anda pernah menjadi tempat curahan hatinya, dan yang terpenting Anda dan dia pernah saling mencintai.
Tulisan ini saya dedikasikan kepada para aktivis dan akademisi S1 di seluruh Indonesia. Kepada para aktivis, jika Anda mengalami kegagalan dalam masalah percintaan, maka berpikirlah positif bahwa Anda belum diizinkan untuk memiliki pasangan. Anda masih disuruh untuk memikirkan nasib mahasiswa lain yang tertindas oleh kebijakan-kebijakan kampus yang ada, sehingga jika Anda memiliki pasangan maka belum tentu Anda bisa memikirkan hajat mahasiswa. Kedua untuk para akademisi kampus, jika Anda gagal dalam masalah percintaan, maka berpikir positiflah bahwa Anda belum diperkenankan untuk mempunyai pasangan. Anda hanya diperkenankan untuk membuat penelitian dengan berjibaku pada statistika, mengolah data dengan SPSS, meraba-raba mengoprasikan Lisrel, membedah jurnal-jurnal penelitian, dan mondar-mandir perpustakaan. Itu semua bisa Anda lakukan jika Anda dalam keadaan sendiri, tidak dengan pasangan.
Hai perempuanku,
Jangan salahkan aku jika aku mencintaimu,
Cinta itu menyelinap tanpa terasa dalam tubuhku
Tapi kuyakin, yang menyelinapkan itu Sang Maha Tahu
Jika kau mau,
Berdoalah dan bersimpuh di hadapan-Nya,
Agar aku hilang dari kognisimu,
Atau jika kau mau,
Mintalah kepada-Nya,
Agar aku menjadi yang terbaik bagimu
0 komentar:
Poskan Komentar